Analisis Biaya Minimal Penggunaan Antibiotik Seftriaxon dan Sefotakxim Pada Pasein Diare Akut Pediatri
Kata Kunci:
Analisis Biaya Minimal, Seftriakson, Sefotaksim, Diare Akut, PediatriAbstrak
Diare akut masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada pasien pediatri, dengan prevalensi 12,3% pada balita berdasarkan Riskesdas 2018. Seftriakson dan sefotaksim merupakan dua antibiotik sefalosporin generasi ketiga yang paling sering digunakan dalam tata laksana diare akut pediatri dan dilaporkan memiliki efektivitas klinis yang setara. Namun, perbedaan profil farmakokinetik dan frekuensi pemberian keduanya berpotensi menghasilkan biaya terapi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan total biaya medis langsung penggunaan seftriakson dan sefotaksim pada pasien pediatri dengan diare akut di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian observasional retrospektif menggunakan metode Cost Minimization Analysis (CMA) dilakukan terhadap 27 rekam medis pasien pediatri usia 0–18 tahun yang dirawat inap periode Januari–Desember 2024 dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena distribusi tidak normal (Shapiro-Wilk, p < 0,05). Rata-rata biaya medis langsung terapi seftriakson (Rp4.424.661,36) lebih rendah dibandingkan sefotaksim (Rp5.039.163,25), dengan perbedaan signifikan pada komponen biaya antibiotik (p = 0,011). Komponen biaya lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dengan efektivitas klinis yang setara, seftriakson dinilai lebih efisien secara ekonomi dan direkomendasikan sebagai antibiotik lini pertama dalam formularium rumah sakit untuk penanganan diare akut pediatri.




