Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Usia 10–12 Tahun
Kata Kunci:
Karies Gigi; Siswa; Sekolah Dasar; PHBSAbstrak
Karies dapat menurunkan kualitas hidup anak dan memengaruhi proses belajar serta pertumbuhan. PHBS di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih, termasuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan PHBS dengan kejadian karies gigi pada anak usia 10–12 tahun di SD Negeri 1 Ngadirejo, Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 118 siswa dijadikan sampel penelitian yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan tentang PHBS dan lembar observasi guna mengidentifikasi adanya karies gigi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (90,7%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai PHBS, namun 65,2% di antaranya tetap mengalami karies gigi. Uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan PHBS dengan kejadian karies gigi pada anak (p-value = 0,325). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang baik mengenai PHBS, hal tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui pendampingan, pengawasan, serta keterlibatan aktif dari orang tua dan pihak sekolah. Disarankan agar edukasi kesehatan dilakukan secara berkelanjutan guna membantu anak-anak menerapkan PHBS secara konsisten dalam upaya pencegahan karies gigi




