Penerapan Tindakan Dukungan Mobilisasi untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi
Kata Kunci:
Apendiktomi; Dukungan Mobilisasi; Gangguan Mobilitas Fisik.Abstrak
Pasien post operasi apendiktomi sering mengalami gangguan mobilitas fisik akibat nyeri luka operasi, penurunan kekuatan otot, dan efek tirah baring. Kondisi tersebut dapat memperlambat proses pemulihan serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang tepat, salah satunya adalah dukungan mobilisasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien post operasi apendiktomi dengan diagnosis keperawatan gangguan mobilitas fisik di RS PKU Muhammadiyah Temanggung pada bulan Januari 2026. Intervensi yang diberikan berupa dukungan mobilisasi secara bertahap mulai 6–12 jam hingga 48–72 jam pascaoperasi selama tiga hari, meliputi latihan rentang gerak di tempat tidur, duduk, berdiri, dan berjalan dengan bantuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan mobilitas fisik pada kedua pasien yang ditandai dengan meningkatnya kekuatan otot dan rentang gerak (ROM), berkurangnya nyeri, serta meningkatnya kemampuan melakukan aktivitas seperti duduk, berdiri, dan berjalan. Kedua pasien juga menyatakan merasa lebih nyaman dan lebih leluasa dalam bergerak setelah diberikan dukungan mobilisasi. Penerapan dukungan mobilisasi terbukti efektif dalam meningkatkan mobilitas fisik pada pasien post operasi apendiktomi. Mobilisasi yang dilakukan secara bertahap membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi nyeri, mencegah kekakuan otot dan sendi, serta meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dukungan mobilisasi efektif dalam meningkatkan mobilitas fisik serta mempercepat proses pemulihan pada pasien post operasi apendiktomi.




