Implementasi Terapi Dzikir Sebagai Intervensi Keperawatan Komplementer Pada Pasien CVA dengan Ansietas: Studi Kasus
Kata Kunci:
Kata Kunci: Stroke; Cerebrovascular Accident; Ansietas; Terapi Dzikir; Keperawatan SpiritualAbstrak
Stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA) menjadi faktor utama pemicu disabilitas yang berisiko memunculkan kendala fisik serta psikologis, termasuk ansietas. Ansietas pada pasien stroke dapat menghambat proses rehabilitasi dan memperburuk kondisi kesehatan apabila tidak ditangani secara optimal. Sebagai langkah nonfarmakologis, terapi dzikir dapat diimplementasikan sebagai bentuk intervensi berbasis spiritual demi mereduksi kecemasan pada pasien. Studi ini diproyeksikan untuk menganalisis penerapan terapi dzikir dalam menurunkan tingkat ansietas pada pasien CVA. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada 3 pasien CVA yang mengalami ansietas di Ruang Cempaka RSU Mitra Delima. Tingkat ansietas diukur menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Prosedur pemberian terapi dzikir ini dilaksanakan selama 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari selama 15 menit. Data awal sebelum intervensi menunjukkan terdapat 2 pasien mengalami kecemasan berat dan 1 pasien berada pada kategori ansietas sedang. Pasca-pelaksanaan pemberian terapi dzikir, terjadi penurunan tingkat ansietas menjadi 2 pasien dengan ansietas rendah dan 1 pasien tetap pada tingkatan ansietas sedang. Pasien juga menunjukkan respon subjektif berupa perasaan lebih tenang dan nyaman. Terapi dzikir dapat membantu menurunkan tingkat ansietas pada pasien CVA dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan komplementer berbasis spiritual.




