PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN MENGGUNAKAN TANAMAN OBAT ANTINYAMUK SEBAGAI STRATEGI PENGENDALIAN MALARIA DI TANJUNG KASUARI
Abstrak
Malaria merupakan masalah kesehatan prioritas di Papua Barat dengan prevalensi 12,4% pada tahun 2023 dan 8,9% pada tahun 2024. Kelurahan Tampa Garam, Tanjung Kasuari mencatat lebih dari 1.000 kasus positif malaria dari Januari hingga Agustus 2025. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan spray antinyamuk berbahan alami menggunakan serai dan kulit jeruk sebagai strategi pengendalian malaria berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan tentang malaria dan tanaman obat antinyamuk, dan pelatihan pembuatan spray antinyamuk alami. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan diikuti oleh 55 peserta masyarakat dengan 28 panitia dari Fakultas Kedokteran Universitas Papua bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Tanjung Kasuari. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat repelen alami, pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat berbasis tanaman obat antinyamuk berpotensi menjadi strategi pengendalian malaria yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan terjangkau, namun memerlukan dukungan pemerintah dan peningkatan kesadaran mitra untuk keberlanjutan program.




